Nabi Sulaiman, Semut dan do’a yang indah..

Ada seuntai do’a yang sangat indah dalam Al-Qur’an. Terenyuh saat membaca artinya. Saat diulang lafadznya,.. oh ternyata do’a ini sudah terekam kuat dalam memoriku, karena do’a ini selalu dilantunkan ketika masih kecil dulu saat mengaji di TPA, dari TK hingga lulus SD__ dan do’a itu diucapkan setiap hari.

“…Dan dia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang ibu-bapakku. Juga untuk mengajarkan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” (an-Naml: 19)

Alhamdulillah, ada tafsir fizhilalil Qur’an yang kudapat ketika menikah,, =)
jadi bisa langsung ku rujuk referensi tafsir ayat yang indah itu..

Subhanallah..untaian do’a indah itu terucap oleh seorang Nabi yang sangat salih, Nabi Sulaiman ‘alaihissalam. Saat itu Nabi Sulaiman terinspirasi oleh kawanan semut di suatu lembah semut. Ketika itu sang semut melihat Nabi Sulaiman dan rombongan pawainya. Lalu semut itu menyeru saudaranya (semut yang lain) untuk segera masuk ke dalam sarang semut karena pasukan Nabi Sulaiman akan datang, semata ia merasa sayang kepada saudara yang lain, khawatir saudaranya akan terinjak-injak oleh pasukan pawai Nabi Sulaiman.

“…berkatalah seekor semut, ‘Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.’” (an-Naml: 18)

Nabi Sulaiman mengetahui apa yang dikatakan oleh semut itu. begitu takjub dan senang serta hatinya sangat lapang dengan pemahaman atas perkataan semut itu. Beliau sangat senang dan tersentuh sebagaimana seorang dewasa yang dengan sepenuh kasih berusaha menyelamatkan orang kecil yang ditimpa keburukan. Dalam hati Nabi Sulaiman tidak pernah terlintas untuk menyakitinya dan menimpakan keburukan kepadanya serta dengan lapang dada berusaha selalu menyadarinya.

Semua itu merupakan nikmat Allah kepada Nabi Sulaiman yang menghubungkannya denga alam-alam yang tersembunyi dan terasing dengan manusia karena alat komunikasi yang tertutup dan ada penghalang di antara mereka. Dada Sulaiman menjadi lapang kepadanya. Karena, hal itu merupakan salah satu keajaiban semut yang memiliki kemampuan seperti itu dan dipahami oleh semut-semut lain kemudian mengikuti perintahnya,

Nabi Sulaiman menyadari hal ini.

“Maka, dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu..”

Pemandangan itu benar-benar mengguncangnya dengan ketakjuban dan mengembalikan hatinya kembali kepada Allah yang telah menganugerahkan nikmat mukjizat yang luar biasa itu. juga  yang membuka akses kepada alam-alam yang tertutup dan terasing dia segera menghadapkan diri kepada Allah memohon wasilah kepada-Nya, dan terlantunlah do’a indah itu..

Makna do’a :

Rabbi adalah ungkapan seruan yang sangat dekat, langsung, dan memiliki ikatan yang kuat.
Awzi’ni maknanya ‘himpunlah seluruh diriku; himpunlah seluruh anggota badanku, perasaanku, lisanku, hatiku, lisanku, lintasan-lintasan hatiku, getaran-getaranku, kata-kataku, kalimat-kalimatku; himpunlah seluruh diriku; dan himpunlah segala kekuatanku, dari awal hingga ke akhirnya dan dari akhir hingga ke awalnya’. (Itulah makna dari awzi’ni). Himpunlah seluruh diriku agar semua itu berada dalam sikap kesyukuran kepada nikmat-Mu yang Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku.  Ungkapan itu menghias nikmat Allah yang dianugerahkan kepada Nabi Sulaiman dan menyentuh hatinya pada saat itu. ungkapan itu menggambarkan bentuk pengaruh dirinya terhadap nikmat itu, kekuatan penghambaannya, dan respons nuraninya yang sangat sensitif.

Sesungguhnya dia benar-benar menyadari karunia Allah atas dirinya dan kedua orangtuanya. Ia merasakan sentuhan nikmat dan rahmat dalam kekaguman dan senandung doanya. Amal saleh juga merupakan karunia Allah di mana setiap orang yang bersyukur kepada Allah di mana setiap orang yang bersyukur kepada Allah diberi taufik untukmelakukan amal saleh itu.

Nabi Sulaiman yang pandai bersyukur memohon pertolongan kepada Allah agar menghimpuun segenap jiwa dan dirinya serta memberinya taufik untuk mensyukuri nikmat-Nya. Bersama dengan itu, Nabi Sulaiman juga memohon pertolongan kepada Allah agar diberi taufik kepada amal saleh yang diridhai-Nya. Nabi Sulaiman sangat menyadari bahwa amal saleh itu merupakan taufik dan nikmat lain dari Allah. Nabi Sulaiman menyadari bahwa masuk ke dalam golongan hamba-hamba Allah adalah nikmat lain dari Allah. Seorang hamba harus berusaha untuk beramal saleh sehingga termasuk dalam golongan itu.

Demikianlah perasaan yang tajam karena ketakwaan kepada Allah, ketakutan dan kerinduan kepada ridha Allah. Juga harapan akan rahmat-Nya pada kondisi yang berlimpah dengan nikmat-Nya sebagaimana seekor semut puun ikut terlibat dalam pertunjukan itu dan Nabi Sulaiman memahami perkataannya dengan pengajaran dan keutamaan dari Allah.

Nabi Sulaiman menyadari bahwa masuk ke dalam golongan hamba-hamba Allah adalah nikmat lain dari Allah. Seorang hamba harus berusaha untuk beramal saleh sehingga termasuk dalam golongan itu. Nabi Sulaiman menyadari hal itu, maka ia bermunajat dengan segenap jiwa raganya agar Allah memasukkan ke dalam golongan orang-orang yang dirahmati-Nya, diberi taufik, dan berjalan di jalur itu.

Subhanallah,.. ia masih harus bermunajat seperti itu padahal ia adalah seorang Nabi yang telah dianugerahkan Allah dengan berbagai nikmat, ia ditundukkan kepadanya bangsa jin, manusia dan burung. Ia belum merasa aman sebelum dipilih oleh Allah dalam golongan tersebut. Ia sangat takut tidak cukup beramal dan tidak sempurna kesyukurannya. Demikianlah persaan yang tajam karena ketakwaan kepada Allah, ketakutan dan kerinduan kepada ridha Allah. Juga harapan akan rahmat-Nya pada kondisi yang berlimpah dengan nikmat-Nya sebagaimana seekor semut pun ikut terlibat dalam pertunjukan itu dan Nabi Sulaiman memahami perkataannya dengan pengajaran dan keutamaan dari Allah.

Referensi : Tafsir Fizhilalil Qur’an (Sayyid Quthb), Jilid 8


Diantara kado-kado di hari bahagia itu…ada secarik surat yang menurutku tak biasa.. subhanallah.. Dari salah seorang guru terbaikku. Nasihatnya ini kemudian sangat menginspirasi dan banyak membantu dalam menghadapi hari-hari awal bersamanya.. Jazakillaah khair, teteh.. Uhibbuki fillaah :)

Bismillaahirrahmaanirrahiim,,

Hari ini.. hari biasa bagi kebanyakan

Tapi bagimu hari ini adalah hari yang menggetarkan

Hari yang mendebarkan

Dan hari penggenapan

Ya..penggenapanmu untuk sempurnanya dienmu

 

Ukhti Luthfia..adikku yang sholihah

Semoga keberkahan meliputi kebahagiaanmu

Semoga rahmat-Nya tercurah untukmu..

Dan semoga semua do’a yang terhimpun terkabul bagimu. Aamiin..

 

Ukhti Luthfia..adikku yang qonithah

Suami adalah keberkahan kita, kebahagiaan kita dan rahmat bagi kita serta pengabulan Allah atas do’a-do’a kita

Jadikan ia tetap menjadi keberkahan, kebahagiaan dan rahmat-Nya dengan ta’at kepadanya

“Let’s he becomes your first priority in every parts of your life”

Ta’at kita harus berbanding lurus dengan sayang kita dan yang tidak kalah penting, bangun kepercayaan dirimu serta dirinya dengan semangat supportmu..

Bagimu dia pakaianmu, dan baginya kau adalah pakaiannya

kalian adalah satu harmoni yang melengkapi dan melindungi

selimuti semua kelemahan dan kekurangannya dengan buncahan kasih sayangmu

bangun semua kekuatan dan kelebihannya dengan sentuhan magis kelembutanmu

inilah berkah pernikahan yang Allah persiapkan untuk kalian

semoga dari kalianlah lahirnya seorang yang membawa perubahan baik bagi peradaban bangsa ini Aamiin

 

ukhti Luthfia.. adikku yang hafidhoh..

tiada kebahagiaan selain mengiringimu

menuju keberkahan

dan kebahagiaan sejatimu, Iringan yang walaupn hanya sebentuk do’a

tapi semua tercurah karena satu hal

saudariku.. aku mencintaimu karena Allah

dan semoga Allah menghimpun engkau dan dia dalam satu tempat yang baik,

dan semoga Allah akan menghimpun kita bersama sebagai tetangg di syurga-Nya kelak

Aamiin Ya Rabbana…

 

Alif, Ummi Alif dan Abi nya Alif @ Pamoyanan Tengah

Continue reading

half time remain…

Purnama Ramadhan..
IA yang Maha Setia. Mentarinya bersinar, tidak pernah terlambat..
Pun purnama, setiap bulan sempurna menyinarkan cahaya keindahan. Subhanallah..
IA yang selalu setia… tak mengurangi nikmat-Nya, meski amal dan iman kita selalu fluktuatif..meski kita sering luput dari kesyukuran nikmat-Nya yg tak terhingga..

alhamdulillaah, sampai pada setengah putaran Ramadhan.. Jalan menanjak semakin curam. Refresh kembali niat dan semangat,.. seperti kita menghadapi awal Ramadhan. mengejar ketertinggalan target yg sudah diazamkan,..mujahadah membina nafs,.. semata untuk-Nya, menjadi hamba-Nya yg muttaqiin.. Semata karena cinta dan Syurga-NYA..

Kuatkanlah Yaa Rabb, tetapkan selalu kami dalam petunjuk-Mu yang lurus,.. Aamiin.

Ramadhan,.. saat hanya kita,..IA dan Syurga-Nya…

 


Sayap-sayap perindu cahaya (Hikmah sang Laron)

Bismillaah

“Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?.
Mereka menjawab: “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung. Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui”
Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.” (Q.S. Al-Mu’minuun: 112-116)

Dari tafsir yang dibaca sekilas,.. ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah ingin menyampaikan kepada kita bahwa dunia itu bersifat remeh. Ada kehidupan yang jauh lebih besar dan abadi,.. tempat pulang semua makhluk selamanya.. tidak ada yang pantas diperjuangkan untuk dunia, tetapi eharusnya adalah: berjuang di dunia untuk kehidupan akhiratnya.. Hal ini pun sangat diperjelas melalui hadist Rasulullah saw

“Demi Allah, dunia ini dibanding akhirat ibarat seseorang yang mencelupkan jarinya ke laut; air yang tersisa di jarinya ketika diangkat itulah nilai dunia” (dari Al-Mustaurid ibn Syaddad r.a, Hadits Riwayat Muslim).

“Demi Allah, dunia ini lebih hina bagi Allah daripada bangkai ini (kambing cacat) dalam pandangan kalian.” (HR.Muslim).

Ayat tersebut juga mengingatkan kita pada makhluk Allah bernama laron. Hewan yang pada awalnya adalah rayap, kemudian Allah berikan sayap dan usia hidupnya hanya satu malam.

Perhatikanlah,,seusai hujan mereda,.. sekelompok laron berterbangan menuju cahaya lampu. Pemilik rumah sering terganggu dengan keberadaan mereka. Cahaya lampu dimatikan. maka seketika laron-laron pergi menghilang. Namun jika cahaya terus dinyalakan..laron-aron akan berkerumun di bawah bola lampu hingga esok pagi mereka mati bergelimangan.

Subhanallah.. Sang rayap yang telah Allah anugerahi sayap,..usai hujan,..mereka pergi berterbangan. Mereka pergi dari keadaan lembab dan gelap menuju tempat yang hangat dan penuh cahaya . Mereka terbang mengejar kerinduan mereka pada sang pemberi sayap..pada Tuhan yang menciptakannya. mereka merindukan cahaya itu.. “Allah adalah cahaya langit dan bumi..” (Q.S. An-Nuur ayat 35).

Saat cahaya mulai meredup dan gelap, satu demi satu pergi meninggalkan dan terbang mencari sumber cahaya lain kemudian bertahan di sana. Mereka tak peduli aral dan persaingan yang dihadapi..asalkan mereka tetap bersama cahaya yang mereka rindukan..dan hidup mereka berakhir di di bawah naungan cahaya. Subhanallah..pengabdian makhluk yang berakhir dengan indah :) )

Allah telah menyampaikan hikmah untuk kita lewat sang laron..

Lantas,..bagaimana dengan semangat hidup kita?. Apakah kita pun merindukan cahaya itu? dan berjuang meraihnya hingga mencapai akhir yang indah… ataukah masih terkamuflase dngan cita-cita dunia??

#Salman, 19 Sya’ban 1432/21 Juli 2011


Tentang Hujan..

 

“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.”(QS. 6:99)

 

Inspired by :

Diary Hujan

http://afraafifah.wordpress.com/links/

 


my first letter love..

Bismillah…

Teruntuk : Saudariku terkasih yg dicintai Allah

Ukhti sholihah.. Kadang kita tidak mengerti dengan cara apa Allah mentarbiyah kita. kita dijauhkan, dipisahkan..tapi Subhanalloh..ternyata maha Sempurna skenario Allah, sehingga kita semakin merasa dekat.. dan 1 hal yg mungkin dulu jarang kita rasakan yakni “KERINDUAN”.. rindu yg terbuncahkan karena Allah.

Ukhti qonithah..tiada nasihat yg lebih utama dari seorang mukmin terhadap saudarinya melainkan nasihat untuk tetap istiqomah di jalan-Nya, jalan terbaik yg dipilih Allah buat qt, jalannya para perindu syurga, jalannya para syuhada, jalannya orang2 yang merindukan pertemuan dengan Rabb-nya. Maka..nasihati teteh dalam do’a-do’amu adikku sayang, nasihati teteh untuk tetap istiqomah di jalan ini. Maka..ijinkan teteh untuk memberanikan diri menasihatimu ukhtiku sayang,.. nasihat yg lebih kepada keinginan untuk memiliki saudari yg dicintai, disayangi dan diberkahi Allah.. maka.. “ukhtiku sayang, istiqomahlah dalam dien-Nya yg Haq, di manapun engkau, Bumi Allah ini luas, tapi tetap qt berada dalam naungan langit yg sama, maka.. Istiqomahlah.. ketika kau menyukai jalan ini ataupun ketika kau letih bersamanya, karena saat itulah datangnya pertolongan Allah.”

Ukhti hafidzoh,..terakhir nih ya..

Tiada kebahagiaan yg lebih bagi teteh selain mendapatimu menemukan selaksa cinta pada-Nya lewat siapapun yg dikehendaki-Nya. seperti yg dikatakan Umar Al Farouk “Jikalau kau mendapati seseorang/saudaramu yg mencintaimu karena Allah, mempersaudaraimu karena DIA, maka pegang eratlah cinta itu, karena tiada nikmat yg lebih indah selain IMAN dan ISLAM, selain kau mendaati sauaramu mencintaimu karena-Nya”. subhanalloh…

27 Ramadhan 1426 H..

Ujung Ramadhan yg syahdu.. Rabb izinkan kami memohon sesuatu… Rabbana..ikatkan hati-hati kami dalam ketaatan tak berujung dalam dien-Mu. Hujamkan kaki-kaki kami dalam jalan-Mu. ikat erat diri-diri kami dalam kursi kebersahajaan, sehingga kelak kami bangga memandang wajah-Mu> Kami yakin Rabbana..cinta ini akan berbuah singgasana yg bercahaya di syurga. Rabb..bantu kami, Aamiin..

Fia sholihah.. met menemukan “keterkejutan2 positif” di luar sana.. tiada yg lebih menentramkan selain Dekat & Ta’at pada-Nya.

Ana uhibbu fillah ukhti..

Alhamdulillaah

(beautifull words.. from my first ‘teacher’. Alhamdulillah, terimakasih Allah telah membawaku ke jalan cahaya..)

kangen beliau..


“Mentari menyala di sini,

di sini di dalam hatiku

Gemuruhnya sampai di sini

Di sini di urat darahku

Meskipun tembok yang tinggi mengurungku

berlapis pagar duri di sekitarku

tak satu pun yang mampu menghalangiku

Menyala di dalam hatiku

Hari ini hari milikku

Juga esok masih terbentang

Dan mentari kan tetap menyala”

Sabtu, 15 April 2011

Continue reading

“Pelangi,…”

Bismillaahirrahmaanirrahiim

“Di sini kita pernah bertemu, mencari warna seindah pelangi..  ketika kau menghulurkan tanganmu, membawaku ke daerah yang baru dan hidupku kini ceria. Kini dengarkanlah, indahnya lagu tanda ingatanku kepadamu teman agar ikatan ukhuwah kan bersimpul padu.  Kenangan bersamamu tak kan terlupa walau badai datang melanda walau tercerai jasad dan nyawa..”  (Untukmu Teman, by : Brothers)

pelangi senin pagi, 7 Maret 2011

(Ingin mengupas semua hikmah persaudaraan ini..yg terinspirasi dari pelangi..)

Seindah pelangi yang ku lihat pagi itu..

Tidak hanya sekedar indah dalam pandangan mata,, namun keindahan itu merasuk ke dalam kalbu. Subhanallah..!! Pelangi yang melukis langit pagi. Adakah yang lebih hebat dari pelukisnya? Dialah Allah, Sang Pencipta yang Maha Indah.

Berkas hujan yang merintik, membaurkan berkas sinar sang mentari ketika itu. Membentuk tujuh warna yang berbeda, dalam satu lengkungan. Siapa yang mengaturnya? Dia muncul diantara bukit, menjulang ke langit. Dia seakan berjalan, mengikuti perjalanan kami pagi itu. Lalu ia semakin memudar, dan tidak lama kemudian menghilang.

“mengapa indah pelangi tak berujung sampai di bumi”. (potongan lirik GIE)

Sejenak mentafakkuri tentang karakteristik keindahan,.. seperti yang sejatinya dimiliki sang pelangi. Pelangi, kehadirannya terbilang jarang. Setiap mata yang menangkap keindahannya, pasti ia merasa sangat beruntung, dan timbul decak kagum di dalam hatinya. Sebuah lirik lagu yang mendeskripsikan tetang kehadiran pelangi yang sangat singkat bagi penduduk bumi, padahal kehadirannya sangat dinanti.

Apakah ini suatu nasihat Allah kepada kita, mengingatkan tentang karakteristik keindahan yang sesungguhnya. Bahwa, keindahan sejati dihasilkan melalui suatu perjuangan yang besar. Seperti halnya perjuangan sang hujan yang menjadikan salah satu syarat adanya pelangi. Tidak hanya sekedar perjuangan hujan, namun setelah hujan ia menyisakan berkas air yang bening. Ya, bukan hanya sekedar perjuangan yang menyisakan lelah dan keluhan setelahnya, namun perjuangan berat yang menyisakan keikhlasan, ketulusan dan kejujuran… Berkas air hujan yang jernih itu lalu bertemu dengan sinar matahari, berkas jernih itu dibiaskan sehingga menghasilkan gelombang-gelombang cahaya yang menghasilkan beragam warna yang indah. Sinar matahari,.. sinar yang menerangi langit dan bumi. Seperti dalam Q.S 24 ayat 35, cahaya itu adalah cahaya Allah. “Allah adalah cahaya langit dan bumi”. Buah ketulusan dari sebuah perjuangan, kemudian diserahkan sepenuhnya kepada Allah. Lelah, luka dan air mata yang sudah terkorbankan, ia ikhlaskan di jalan-Nya..

lihat? ada pelangi kecil di sana.. Mentari Dhuha yang membiaskannya. Senin, 7 Maret 2011

Teringat perjuangan kebersamaan kami. Ingat “hujan badai” saat ke Garut? sungguh sangat menguji kesabaran, ketenggangrasaan, kehusnudzanan, saling memahami dengan sesama.. Seseorang yang punya agenda jaulah dengan ibu Ustadzah. dengan ibu Ustadzahnya terlambat, peserta jaulah nyasar, HP sang PJ dan panitia lowbet, lampu motor mati. Seseorang yg HP nya kecemplung ke bak mandi, lantas dia berlari ke BEC dan dikaretin tukang service HP. Seseorang yang sangat memegang komitmen tepat waktu, yg kemudian memunculkan ketegasannya, seseorang yang hektik mengkoordinir semua akhwat #”Duh Gustiiii…” tau lah ya?# , seseorang yg resah gelisah menanti di hometown, sebagai tuan rumah.. Ah.. (memori terputar).. ^__^

Alhamdulillaah, semoga keindahan yg kita temui esok harinya, adalah tanda kita telah dapat melewati ujian kecil itu..

Pamengpeuk Garut,.. (tanggal berapa, ya?)

Termasuk perjalan kami ke Garut untuk yg kedua kalinya,.. Saat salah satu warna dari kami akan menyempurnakan warna dien-nya.. Hesty Nuur Hanifah. Terutama perngorbanan sahabat2 kloter kedua,.. dengan taxi, delman, kompor gas, naikturun bis, ngaret, dikaretin.. kembali kami diterpa hujan, kembali pula kami menemui indahnya warna pelangi.. Hari itu, Sabtu-Ahad 2-3 April 2011 di Tarogong Garut. (Plakat yg belum juga usai, terganti dengan kado kecil dan momen dadakan ”aishiteru”.. heheu).

Gunung guntur & melati putih.. perjalanan pulang kembali ke Bandung. Ahad, 3 April 2011

Maha suci Allah yang menghimpun hati-hati setiap orang mukmin..

“Dan yang mempersatukan hati mereka (mu’min). walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang ada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya, Dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana” (Al-Anfal : 63)

“…Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan, dan menjadikan (iman) itu indah di dalam hatimu, serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus..” (Q.S Al-Hujurat : 7)

Semoga kita termasuk ke dalamnya,.. orang-orang yang senantiasa mengikuti jalan yang lurus,.. seningga selalu merasakan keindahan akan iman itu di dalam hati kita,.. dan menimbulkan kebencian pada kefasikan dan kemaksiatan. semata hanya untuk Allah,..

dan kelak kita akan menjalani jalan kita masing-masing.. maka, tinggalkan jejak-jejak itu,.. jejak-jejak yg indah, jejak-jejak kebaikan yang membawa mereka menuju jalan Tuhannya..

Pamengpeuk, Garut..

Terimakasih Allah untuk memberikan saudara kepadaku, pelangi untukku, inspirasi untukku…

Alhamdulillaah

(all of originall.. from my mind, from my heart, from my HP caprturing,.. and from Al-Qur’an..)


temukan nasihat berharga di balik pesan indah itu..!! Subhanallaah T T

“Allah adalah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahayanya adalah ibarat misykat yang di dalam misykat itu ada pelita yang besar. Pelita itu di dalam kaca dan kaca itu laksana bintang yang bercahaya sekilau mutiara. Ia dinyalakan dengan minyak dari pohon yang penuh barakah. Pohon zaitun yg tumbuh bukan di timur dan tidak pula di barat. Yang minyaknya hampir-hampir menyala meski tiada api menyentuhnya. Cahaya di atas cahaya! Allah membimbing kepada cahayaNya siapa yang Ia kehendaki. Allah membuat perumpamaan bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (An Nuur 35)


Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kutatap wajahmu
Kan pasti mengalir airmataku
Kerna pancaran ketenanganmu

Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kukucup tanganmu
Moga mengalir keberkatan dalam diriku
Untuk mengikut jejak langkahmu

Ya RasulAllah ya HabibAllah
Tak pernah kutatap wajahmu
Ya RasulAllah ya HabibAllah
Kami rindu padamu

Allahumma solli ‘ala Muhammad
Ya Rabbi solli ‘alaihi wa sallim
Allahumma solli ‘ala Muhammad
Ya Rabbi solli ‘alaihi wa sallim

Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kudakap dirimu
Tiada kata yang dapat aku ungkapkan
Hanya Tuhan saja yang tahu.

Ya RasulAllah ya HabibAllah
Tak pernah kutatap wajahmu
Ya RasulAllah ya HabibAllah
Kami rindu padamu

Kutahu cintamu kepada umat
“Ummati ummati”
Kutahu bimbangnya engkau tentang kami
Syafaatkan kami

Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kutatap wajahmu
Kan pasti mengalir airmataku
Kerna pancaran ketenanganmu

Ya RasulAllah ya HabibAllah
Tak pernah kutatap wajahmu
Ya RasulAllah ya HabibAllah
Kami rindu padamu

Ya RasulAllah ya HabibAllah
Terimalah kami sebagi umatmu
Ya RasulAllah ya HabibAllah
Kurniakanlah syafaatmu

Allahumma solli ‘ala Muhammad
Ya Rabbi solli ‘alaihi wa sallim
Allahumma solli ‘ala Muhammad
Ya Rabbi solli ‘alaihi wa sallim
Allahumma solli ‘ala Muhammad
Ya Rabbi solli ‘alaihi wa sallim
Allahumma solli ‘ala Muhammad
Ya Rabbi solli ‘alaihi wa sallim

Nasyid and lyruc by : Raihan..

Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.