Sayap-sayap perindu cahaya (Hikmah sang Laron)

Bismillaah

“Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?.
Mereka menjawab: “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung. Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui”
Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.” (Q.S. Al-Mu’minuun: 112-116)

Dari tafsir yang dibaca sekilas,.. ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah ingin menyampaikan kepada kita bahwa dunia itu bersifat remeh. Ada kehidupan yang jauh lebih besar dan abadi,.. tempat pulang semua makhluk selamanya.. tidak ada yang pantas diperjuangkan untuk dunia, tetapi eharusnya adalah: berjuang di dunia untuk kehidupan akhiratnya.. Hal ini pun sangat diperjelas melalui hadist Rasulullah saw

“Demi Allah, dunia ini dibanding akhirat ibarat seseorang yang mencelupkan jarinya ke laut; air yang tersisa di jarinya ketika diangkat itulah nilai dunia” (dari Al-Mustaurid ibn Syaddad r.a, Hadits Riwayat Muslim).

“Demi Allah, dunia ini lebih hina bagi Allah daripada bangkai ini (kambing cacat) dalam pandangan kalian.” (HR.Muslim).

Ayat tersebut juga mengingatkan kita pada makhluk Allah bernama laron. Hewan yang pada awalnya adalah rayap, kemudian Allah berikan sayap dan usia hidupnya hanya satu malam.

Perhatikanlah,,seusai hujan mereda,.. sekelompok laron berterbangan menuju cahaya lampu. Pemilik rumah sering terganggu dengan keberadaan mereka. Cahaya lampu dimatikan. maka seketika laron-laron pergi menghilang. Namun jika cahaya terus dinyalakan..laron-aron akan berkerumun di bawah bola lampu hingga esok pagi mereka mati bergelimangan.

Subhanallah.. Sang rayap yang telah Allah anugerahi sayap,..usai hujan,..mereka pergi berterbangan. Mereka pergi dari keadaan lembab dan gelap menuju tempat yang hangat dan penuh cahaya . Mereka terbang mengejar kerinduan mereka pada sang pemberi sayap..pada Tuhan yang menciptakannya. mereka merindukan cahaya itu.. “Allah adalah cahaya langit dan bumi..” (Q.S. An-Nuur ayat 35).

Saat cahaya mulai meredup dan gelap, satu demi satu pergi meninggalkan dan terbang mencari sumber cahaya lain kemudian bertahan di sana. Mereka tak peduli aral dan persaingan yang dihadapi..asalkan mereka tetap bersama cahaya yang mereka rindukan..dan hidup mereka berakhir di di bawah naungan cahaya. Subhanallah..pengabdian makhluk yang berakhir dengan indah :) )

Allah telah menyampaikan hikmah untuk kita lewat sang laron..

Lantas,..bagaimana dengan semangat hidup kita?. Apakah kita pun merindukan cahaya itu? dan berjuang meraihnya hingga mencapai akhir yang indah… ataukah masih terkamuflase dngan cita-cita dunia??

#Salman, 19 Sya’ban 1432/21 Juli 2011

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.