Nice Home Work #7


MATERI MATRIKULASI BATCH #1 TM #7

MENEMUKAN MISI SPESIFIK HIDUP

Bunda, perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. Maka materi menemukan misi hidup ini, akan menjadi materi pokok di kelas bunda produktif.
Sebelumnya kita sudah memahami bahwa “Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”. Sehingga produktivitaas hidup kita ini tidak akan selalu dengan berapa rupiah yang akan kita terima , melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita. Karena Rejeki itu kejutan, nilai rupiah itupun bonus dari kesungguhan kita bukan yang dicari sebagai obyek utama. Mohon dipahami dulu dengan seksama materi sebelumnya, kemudian praktekkan agar kita semakin yakin akan proses menjemput rejeki.

Pada dasarnya menemukan misi hidup itu tidak ada hubungannya dengan usia seseorang. Semakin awal seseorang merasa “galau” kemana arah hidupnya, semakin “risau” untuk mencari sebuah jawaban “mengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?” maka semakin cepat akan menemukan misi hidup. Kalau di pendidikan berbasis fitrah, proses ini secara alamiah akan dialami oleh anak-anak pre aqil baligh akhir ( sekitar 10-13 th) dan memasuki taraf aqil baligh ( usia 14 th ke atas). Maka kalau sampai hari ini ternyata kita masih galau dengan misi hidup kita, maka bersyukurlah, karena kita jadi tahu kesalahan proses pendidikan kita sebelumnya, dan tidak perlu lagi mengalami hal tersebut di saat usia paruh baya yang secara umum dialami oleh sebagaian manusia yang disebut sebagai (mid-life crisis).
Seseorang yang sudah menemukan misi hidup tsb apabila menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya. Sehingga selalu memiliki ciri-ciri :
a. Selalu bersemangat dengan mata berbinar-binar
b. energi positifnya selalu muncul, rasanya tidak pernah capek.
c. rasa ingin tahunya tinggi, membuat semangat belajar tinggi
d. Imunitas tubuh naik, sehingga jarang sakit, karena bahagia itu imunitas tubuh yang paling tinggi.

Ada 3 elemen yang harus kita ketahui berkaitan dengan misi hidup dan produktivitas :
a. Kita ingin menjadi apa (be)
b. Kita ingin melakukan apa (do)
c. kita ingin memiliki apa (have)

Dari aspek dimensi waktu ada 3 periode yang perlu kita perhatikan :
a. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
b.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan ( strategic plan)
c. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Setelah mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, maka mulailah berkomitmen untuk “BERUBAH” dari kebiasaan-kebiasaan yang anda pikir memang harus diubah.

Berikutnya mulai susun langkah-langkah usaha apa saja yang bisa kita lakukan untuk menunjang sebuah produktivitas hidup kita.Mulailah dengan menetapkan target waktu dan jadwal kegiatan selama satu tahun, serta menentukan ukuran atau indikator keberhasilan dalam setiap kegiatan yang kita lakukan.Buatlah prioritas dan pilih hal-hal yang memang kita perlukan. Hindari membuat daftar yang terlalu panjang, karena hal tersebut membuat kita “gagal fokus”.

Demikian sekilas tentang pentingnya misi hidup dengan produktivitas, silakan dibuka diskusi dan esok hari saya akan lebih detilkan materi ini secara real di nice homework #7 berbasis dari kekuatan diri teman-teman yang sudah dituliskan di Nice homework #6.

Salam Ibu Profesional,

/Septi/

PROGRAM MATRIKULASI BATCH #1 NICE HOMEWORK#7
[NHW#7] MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Bunda, setelah di materi NHW#7 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :
a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#6)

Jawab: Yang membuat saya antusias dan berbinar binar adalah dalam ranah pendidikan sains dan lingkungan. Baik itu berupa pendidikan, menulis atau penelitian dan pengabdian
b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)

Saya ingin menjadi inspirator dalam bidang sains dan lingkungan,  yang dikaitkan dengan Al Quran dan kehidupan
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)

Saya ingin melakukan perubahan dalam bidang lingkungan. Menginspirasi setiap ibu untuk mengolah sampahnya dari rumah. 1 rumah 1 bak kompos da bercocok tanam di rumah. Menemukan bakteri pengurai limbah untuk setiap pabrik,
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

Memiliki aset akhirat: ilmu yg bermanfaat, anak yg sholeh sholeah, harta yg diwakafkan untuk Islam dan kebaikan

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose).

Saya ingin menjadi guru inspiratif bagi anak, siswa, mahasiswa, etc. Terutama dalam hal sains..bahwa selaras dengan fakta Al Quran dan nilai kehidupan.
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan ( strategic plan).

Menguasai ilmu mendidik, ilmu inspiring teaching

Menambah jam terbang mengajar dan edukasi

Membuat buku: circle science, laboratorium 24jam, sains is fun..

Melakukan penelitian seputar lingkungan
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Membuat buku circle science (circle life)

 

Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH

Bismillaah..laa haula wa laa quwwata illaabilaah… faidzaa azamta, fatawakkal ‘alallaah

Nice Homework #6


Nice Homework #6

[Bunda Produktif] Ikhtiar Menjemput Rejeki

Bunda kali ini kita akan memahami bagaimana cara kita menemukan kekuatan diri dengan tools yang sudah dibuat oleh Abah Rama di Talents Mapping.
Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah Bunda tulis di NHW#1 – NHW #5.
Semua ini ditujukan agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.

1. Ketahuilah tipe kekuatan diri (strenght typology) teman-teman, dengan cara sbb :
🔹masuk ke http://www.temubakat.com
🔹isi nama lengkap anda, dan isi nama organisasi :Ibu Profesional
🔹jawab Questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya
🔹belajarlah membaca hasil dan Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #6

b. Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran
♥Kuadran 1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA♥

♥ Ide kreatif : konsep acara, recycle, inovasi, ide bisnis,dsb. ♥ Networking : menjalin relasi, silaturahim, ♥menulis..ilmiah ♥craft..sedikit ♥Memasak..baru sebatas utk yg dirumah ♥mengolah sampah: kompos ♥penelitian, karyatulis ilmiah ♥mengajar ♥berkendara
🚗Kuadran 2 : Aktivitas yang anda SUKA tetapi andaTIDAK BISA🚗

🚗craft sulam 🚗merias 🚗 interior 🚗desain grafis 🚗keuangan 🚗berkebun 🚗public speaking 🚗bermain alat musik, tangga nada 🚗berenang
♬kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda BISA♬

♬pekerjaan laboratorium  ♬mencuci baju, menyetrika
♪Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA♪

♪pajak, akuntansi ♪pola baju, menjahit ♪bernyanyi

 

Belajar Menjadi Manajer Keluarga Yang Baik


NICE HOMEWORK #4

BELAJAR MENJADI MANAJER KELUARGA YANG BAIK

Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang baik. Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup dan menemukan peran hidup anak-anak.
Ada hal-hal yang kadang menggangu proses kita menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS. Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita “Merasa Sibuk”, sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.

Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :
a. Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting
b. Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
c. Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup.
d. Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)
e. Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.
f. Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis (memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai. sehingga muncul program 7 to 7)
g. Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik?
h. kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

SELAMAT MENGERJAKAN.

A. 3 aktivitas paling penting dan tidak penting

3 aktivitas paling penting: ilmu dan amal, mendidik anak, istri sholehah dan berbakti.

3 aktivitas paling tidak penting: bergurau, melamun kosong, melakukan hal yg tidak bermanfaat

B. Saya masih banyak dikendalikan oleh waktu >_<

C. Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup. Siap

D. Aktivitas rutin harian

03.30-05.00 QL, tilawah, shubuh

05.00-06.00 beres-beres / belanja

06.00-07.00 bebenah diri, memasak

07.00-08.00 anak2 mandi, makan

08.00-11.30 aktivitas penting (bermain bersama anak)

11.30 – 13.00 istirahat

13.00-15.00 aktivitas penting (anak bermain sendiri, saya menulis)

15.00-16.00 mandi anaj

Kurikulum khas untuk Anak


NICE HOMEWORK #3 part 2

Setelah selesai dengan strategi dirinya..seorang ibu menjadi paham bagaimana membuat strategi untuk anak-anaknya.

Sejatinya ini adalah bentuk pertanggungjawaban kita kepada DIA yang telah memberi amanah..maka membuat Kurikulum menjadi hal yang penting, menjadi bekal untuk memandu anak-anak “menemukan dirinya”. Karena setiap anak itu unik maka kita perlu melakukan observasi kepada setiap anak. Tidak perlu secara formal. Pengamatan selalu dilakukan setiap saat kita mendampinginya. Catat setiap temuan unik dan aktivitas serta perkembangannya..

Setelah itu, berikut tahapan pencarian diri anak
a. Apa pendukung-pendukung yang dimiliki anak-anak untuk mencapai mimpi/cita-citanya.
b. Aktivitas-aktivitas apa saja yang sudah dilakukan anak-anak kita untuk mencapai mimpinya.
c. Apakah anak-anak makin mengenal dirinya? resource apa saja yang sudah mereka miliki untuk mencapai mimpi?
d. Apa uniknya aktivitas yang dilakukan anak-anak kita dengan yang dilakukan anak-anak orang lain? apakah hal tersebut membuat dia bangga?
e. Bagaimana cara dia berinteraksi dengan orang-orang yang akan mendapatkan manfaat dari aktivitas yang akan mereka lakukan?
f. Bagaimana cara orang lain menemukan aktivitas anak-anak tersebut dan bagaimana cara anak -anak untuk menyampaikan gagasan aktivitasnya sehingga bermanfaat bagi banyak orang?
g. Siapakah yang mendapatkan manfaat dari aktivitas yang dilakukan anak-anak?
h. Apa yang anak-anak dapatkan dari menjalankan aktivitas tersebut?
i. Apa yang bisa anak-anak berikan ke alam semesta ini dari perjalanan aktivitas belajarnya?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut juga bisa untuk memandu bunda mendapatkan detail perjalanan belajar lewat kurikulum yang sudah dibuat.

Intinya yakini apa yang sudah anda buat, jangan terlalu galau dengan berbagai referensi. Segera lakukan, karena di tengah perjalanan kita bisa merevisinya kembali.

Kuncinya, JANGAN IJINKAN ILMU ITU MENGGENANG DI PUSAT INFORMASI DIRI KITA, SEGERA ALIRKAN , SEHINGGA MENJADI AMAL YANG BERMANFAAT.

Shaffa usia 4tahun dan Maryam usia 20bulan.. belum ada cita-cita yang terlontar. Masih terus dalam tahap observasi.. yg pasti, cita2 kami untuknya adalah

Mengantarkannya menemukan diri mereka sesuai dengan fitrah bakatnya. Membekalinya dengan pondasi keimanan dan keilmuan yang kuat, sehingga tumbuh akhlak yang lebat dan berbuah ranum (memberi manfaat).

Karena seorang Ibu perlu Strategi


Rivew NICE HOME WORK #3. Program Matrikulasi IIP Batch#1

Tidak hanya sekedar menjadi seorang Ibu.. Menjadi ibu dengan tanpa target, dengan tanpa ilmu. Ibu adalah tugas pertama, utama dan selamanya..maka apa mungkin dalam perjalanannya hanya mulus2 saja dan tidak perlu strategi khusus?. Teringat tulisan teh Kiki Barkiah dalam Buku keduanya.. Strategi syetan harus dilawan dengan strategi. Karena cita2 kita syurga..maka tentu harus dengan perjuangan yg ISTIMEWA.

Strategi-strategi kebaikan itu diantaranya:

  1. Konsisten untuk mengisi checklist harian yang sudah dibuat. Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.
  2. Mengenal diri (NHW#2) lalu menetapkan Misi Hidup apa yang kita emban di muka bumi ini, bidang apa yang ingin anda kuasai.

Contoh Bu Septi

Misi Hidup : memberikan inspirasi kepada banyak orang
Bidang : Pendidikan Ibu dan Anak
Peran : Inspirator.

Luthfia Hastiani M

Misi Hidup: Menyebarkan inspirasi Al Qur’an dan memberi manfaat

bidang: Pendidikan sains

Peran: Pendidik, Penulis
3. Menyusun ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.

Untuk bisa menjadi ahli di bidang Pendidikan Ibu dan Anak maka tahapan ilmu yang harus saya kuasai adalah sbb:
1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang

Untuk bisa menjadi ahli di bidang Pendidikan Sains maka tahapan ilmu yang harus saya kuasai adalah :

  1. Sains dan Keimanan: ilmu untuk mengkorelasikan sains dengan penanaman keimanan
  2. Circle Sains: Refleksi sains dalam kehidupan. Sains itu dekat dan menyenangkan
  3. Sains peradaban: Satu langkah konkrit untuk penyelamatan bumi dan peradaban

4. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup.
contoh : Saya dulu menetapkan KM 0 saya pada usia 21 th, kemudian berkomitmen tinggi akan mencapai 10.000 (sepuluh ribu ) jam terbang saya di satu bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup. Sejak saat itu setiap hari saya dedikasikan 8 jam waktu saya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, menuliskannya bersama dengan anak-anak. Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya.
Milestone yang saya buat saat itu :
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha

Milestone Luthfia Hastiani M : Inspirator Sains. KM 0: usia 28 tahun

Tahun 1 : Menguasai ilmu seputar kurikulum keimanan terutama unum anak usia dini

Tahun 2 : Menguasai ilmu sepuatar metode belajar sains yang mudah dan menyenangkan

Tahun 3 : Menguasai ilmu seputar misi penyelamatan bumi. Aplikasi ilmu sains untuk bumi

 

5. Koreksi kembali checklist harian anda, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas.

6. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan.. berlelah-lelah lah, sampai kelelahan itu lelah mengikutimu.. bersungguh-sungguhlah sampai kebosanan itu bosan mengikutimu.. Faidzaa ‘azamta, fatawakkal ‘alallaah.!

 

Aku, kamu dan peran peradaban


Jika ditanya..mengapa kamu menikah?.

Jawaban yg terlontar pasti : untuk menjalankan sunnah Rasul, bentuk ibadah. Ya, betul..itu tidak salah. Namun, jika kita hendak memandang lebih luas..bersatunya dua insan berarti juga bersatunya dua potensi, dua kekuatan besar. Jika dua potensi ini bersinergi dan menyamakan satu langkah bersama untuk kebermanfaatan umat, maka pasangan dan keluarga itu dapat berarti bagi peradaban.

Program matrikulasi IIP pekan ke2 ini mengingatkan kembali kami akan hal tersebut. Membangun peran peradaban dari rumah. Jika dalam kurikulum tarbiyah: membentuk keluarga muslim.

Membahas peran peradaban..maka ini adalah bukan tugas yang sederhana. Perlu dibangun diatas tim yang solid. A home team. Tim itu pembentuknya adalah aku dan kamu. Dan..leadernya adalah kamu. Kamu..iya, kamu:)

Jadi..awalannya adalah. Mari jatuh cinta kembali kepada pasangan kita. Kami merefleksikan kembali bersama perjalanan hampir 5 tahun ke belakang.. dan ternyata waktunya tepat.kini bulan sya’ban.

Sya’ban tahun 2011.. aku mendapati kabar kau memilihku. Ramadhan,..aku istikharah penuh kesungguhan, bertanya orangtua. Alloh memberikan petunjuk2 yg jelas dan meyakinkanku bahwa ini adalah jalanku. Akhir syawal..Alloh takdirkan kau untukku.

FB_IMG_1456598930584
Aku dan kamu, 1 Oktober 201

Aku dan kamu kini..

FB_IMG_1463976947484
Wish the best team
IMG_20160520_130011
Menu spesial Jumat, 20 Mei 2016. Puding coklat penuh filosofi😀

 

Membangun komitmen bersama dimulai dengan komunikasi produktif antar pasangan, dilandasi dengan pengertian dan saling memahami. Mempersembahkan yang terbaik, bukan saling menuntut. Karenanya, kami sedang membiasakan surprise bagi pasangan, juga anak2.

Hari Jumat, saya berkomitmen menghadirkan satu menu spesial.. mendapat fresh milk dari peternakan, saya olah menjadi makroni panggang sesuai pesanan suami. Menu kesukaannya..saya sudah beli jambu biji, akan saya jadikan menu berbeda pekan ini. Stup jambu. Satu menu lagi adalah puding.. Puding coklat. Suami sangat suka coklat, dan saya suka susu, keju dan hal creamy lainnya.. Maka puding coklat bisa dijadikan gambaran perpaduan kami. Saya berpikir akan membeli cetakan puding berbentuk love.. namun karena waktu yg terbatas,tak bisa kemana2. Tring..saat memasak menemukan ide menggunakan daging jambu sebagai cetakannya. Awalnya saya bentuk jadi love..namun sulit, dan jadi tidak bagus. Akhirnya bentuk bunga:). Bentuk inilah mungkin analogi dari peran peradaban itu..tim yang bersatu membangun bentuk yg bermakna bagi peradaban.

Dalam memilih daging jambu untuk cetakan, saya harus memilih yg ukurannya besar juga tebal. Karena ia akan menjadi pilar yang membentuk bersatunyabcoklat dan susu menjadi puding coklat.. filosofi yang bagus. Kami harus punya pilar2 kokoh untuk membangun home team kami. Pilar ilmu, pilar aqidah dan iman, pilar maal (harta), pilar akhlak..

Hal yang seru saat makan bersama..

Umi membuat puding ini dengan penuh filosofi coba tebak…

yang ditebak suami adalah: Unity.

Ahh..aku suka satu kata itu. Betul, kita harus bersatu untuk membangun peran demi peran.

Dan pekan ini penuh dengan kejutan2 cinta:)

 

Selanjutnya..kami berdiskusi tentang kekuatan, potensi. Potensi tim keluarga, juga potensi lingungan sekitar.

PhotoGrid_1459359824918

Bagaikan coklat dan susu, begitulah kami.. kami melist kelemahan dan kekuatan masing2. Ternyata kami saling melengkapi. Saya lemah dalam hal manajemen, suami kuat. Suami mengakui ia kuat dalam hal servicing.pelayanan, dia total melayani klien, terutama kegiatan sosial.  Saya mengakui sangat kuat dalam menghasilkan ide2 baru. Sebetulnya masih bingung dan perlu bimbingan.. seiring berjalan waktu, semoga kami dapatkan petunjuknya.

Selain itu kami juga melist passion kami. Kami cari kesamaannya :

  1. Literasi : membaca dan menulis
  2. Lingkungan. Saya bidang sains, dan suka dunia lingkungan. Suami juga pernah bekerja projek pupuk organik dari CSR perusahaan. Dannkami pun selama tinggal bersama, sudah 4tahun kami mengolah sampah dapur menjadi kompos. Juga daur ulang sampah kemasan menjadi hal yg bermanfaat.
  3. Pendidikan
  4. Enterpreneur

Kekuatan anak2 masih dalam tahap perkembangan, hanya saja anak pertama, Shaffa 4th kami menangkap ia punya empati yang tinggi. Jika ada ngamen dia ingin kasihbuang..terakhir ada yang menawarkan sumbangan, saya tolak. Dia bilang..umi itu ambil kertasnya. Akhirnya saya ambil dan beri uang. Juga tentang kisah empati pada ikan, kupu2 dan burung.. juga setiap melihan gunungan sampah di jalan ia selalu heboh. Umi..ayah..lihat lihat.buang sampah sembarangan yah. Ngga boleh ya.

kekuatan lingkungan sekitar..dari aspek fisik di belakang rumah ada Paud RW, ada lapangan parkir yang biasa dipakai anak2 main bola, di barat laut dekat rumah ada taman komplek. Dari aspek permasalahan, kami masuk wilayah kabupaten Bandung yang permasalahan sampahnya belum ditangani dengan baik. Hal ini kami dapatkan dalam perjalanan keluarga yg saya posting sebelumnya

IMG_20160519_164912

 

Mulai menemukan gen keluarga. Kepedulian lingkungan.

Sudah mencium bau gen ini, kami pun membuat agenda pertemuan dengan pak Indra Darmawan dan teh Isti. Pak Indra, Pahlawan untuk Indonesia MNCTV dan nominator Eagle Award..orangtua santri saat kami masih mengajar di smp islam.

Kami masih tetap mencari gen spesifik kami, termasuk gen spesifik keluarga. Karena bakat itu adalah fitrah..dan saat kita sudah dapat berjalan di atas fitrah maka soal rejeki, dan yang lainnya akan mengikuti. Ini harapan terbesar kami untuk anak2. Semoga kapai dapat membimbing mereka, menemukan passionnya dan beramal terbaik di ranahnya. Easy, enjoy, excellent, dan earn.. Aamiin

Playdate, Sapi dan NHW#2


Kemarin (kamis, 19 mei 16)  saya mengalami hal yg cukup berat saat memilih agenda. Nice Home Work pekan kedua program matrikulasi IIP membuat saya ingin selalu bersama2 sekeluarga. Menganalisa kekuatan, mencatat..bagaimana tidak. PR menemukan gen keluarga,..whats a big thing: Membangun Peradaban dari Rumah.

Agenda yang sudah dibayang bayang keseruannya: playdate IIP ke dagodiary (Peternakan milik Mr.Mark, bule Australi) saya batalkan. Suami dari sebelumnya sedang flu dan batuk berat, malamnya menggigil demam. Semalam saya berusaha intens merawat agar segera membaik dan agenda esoknya sesuai rencana.

Tugas pekan kedua ini dimulai dengan surat cinta..jatuh cinta kembali pada pasangan..hihi. Tujuannya untuk menguatkan peran Ayah sebagai kepala peradaban di rumah. Jadi, kami sedang sangat saling pengertian satu sama lain. *jadi biasanya saling ego ya?* :S

Subuh hari beliau bilang: ayah sudah baikan.. tapi ku dengar suaranya msh parau, angkat galon terguling. Umi cancel aja ya. Suami bilang jangan..karena sudah daftar.. suami menyarankan sy pergi berdua dgn shaffa (4th). Saya kembali memahami: Ayah di rumah jaga dede?. Kasihan ayah..udah ga apa2 umi cancel saja..umi juga inginnya kita pergi sama-sama.

Hari itu kami juga ada undang pertemuan (undangan via WA baru datang hari Rabu sore), rekan yg akan membuka SMP Labschool. Akhirnya kami putuskan untuk ke sana, karena lokasinya juga cukup terjangkau.. Masih di kabupaten, bandung selatan.

Saya minta maaf sama shaffa
“Shaffa maaf ya hari ini ga jadi lihat sapi..biar nanti kita bisa bareng2 sama ayah, sama Sahla juga (sepupunya).oke..?”. Dia manggut

Tiba di depan gedung sekolah yg masih dibangun

“umi mana sapinya..kenapa kesini??” 😥. Nampaknya dia masih tetep mau sapi. “Kita tidak lihat sapi nak.. nanti kita lihat sapi sama2 dengan ayah ya”.

Rapat berlangsung di rumah makan yang tidak jauh dari gedung sekolah, karena masih bising dengan tukang bangunan. Juga waktu yang sudah masuk makan siang. Letaknya di desa, rumah makan pun bernuansa alam..kami rapat di saung di atas kolam ikan. Alhamdulillah, bisa menghibur anak2. Di sana ada ayam kate, kucing..kesukaan Maryam. Mereka mengejar ngejar ayam, kupu-kupu. Shaffa dan maryam juga main tanah dengan wadah masak2an yang dibawa dari rumah.

Di sekitar rumah makan ada perkebunan kol, kacang..asri sekali pedesaan di sana. Kami mencium aroma yang tidak sedap. Seorang ibu di sana menjelaskan bahwa di daerah atas ada peternakan sapi perah. Wah alhamdulilah, semoga bisa ke sana nanti..antusias saya sampaikan ke Shaffa. Shaffa alhamdulillah, nanti kita lihat Sapi ya😀

Adzan ashar, pertemuan berakhir. Setelah sholat ashar kami pulang..menyempatkan ke arah atas. Terlihat kikuk mencari kandang sapi..seorang bapak menghampiri. Kami bilang mau lihat sapi..bapak itu menunjukkan, ternyata masih masuk ke dalam. Alhamdulillah..Alloh kabulkan keinginan Shaffa untuk lihat sapi hari ini. Alloh Maha Baik,  Alloh Maha Baik.. Meski sedih tidak bisa bertemu teman2 shaffa dan ibu2 RB playdate IIP. Semoga lain waktu bisa ikutan..Aamiin

Saya berbincang dengan ibu peternak disana dan membeli susu segar yang sudah dipasteurisasi juga yogurt. Waw, murah banget..hehe. *otak ibu2*

CYMERA_20160520_013840

*waduh, baru sadar.maaf..19 mei seharusnya, bukan juni *nyengir

Dari perjalanan hari ini kami mendapat 2 poin nice home work utk poin selanjutnya: Analisis potensi dan kelemahan lingkungan sekitar. Di sana ada potensi alam, peternakan sapi perah. namun pengelolaan limbahnya belum terkelola..kotoran sapi dibuang begitu saja lewat pembuangan. Padahal bisa jadi pupuk dan biogas jika diolah.

Perjalanan pulang, saya minta suami berhenti untuk menangkap gambar gunungan sampah di pinggir jalan dekat jembatan sungai citarum. Di sana tertulis “Peduli Sampah Sabilulungan”. Duh..apa maksud tulisan ini?. Pemerintah kenapa tidak menanganinya, sesuai dengan tulisan itu?. Ooh,..mungkin pemerintah mengundang warga untuk peduli ya. Pikirku.

Masih masalah sampah..dan ini sesuai dengan passion saya. Entahlah apa nanti keputusan rapat pleno soal gen /family brand..hehe.

Alhamdulillaah,  syukur tak terkira untuk perjalanan hari kemarin.

Bermain dan fitrah kasih sayang


Ketika itu saya mendampingi Shaffa (4y) berkegiatan. Mengecat kardus-kardus bekas, sambil membuat hiasan Ramadhan. Sore hari hasil karya sudah kering..namun masih ada cat sisa di wadah, sayang jika tidak dihabiskan. Perkakas termasuk air bilasan kuas sudah dibereskan. Shaffa ikut terjun lagi, saat melihat saya mengecat.

Nampaknya Shaffa sudah terbiasa dengan aturan untuk mencuci kuas sebelum pindah warna, karena akan merancukan warna jika tercampur. Dia bingung air bilasan di gelas plastik tidak ada.

“Umi..ini dicuci kemana? Shaffa mau warna pink”

“Cuci aja ke kolam..” jawabku singkat dan ga mau ribet karena sedang fokus buat huruf hijaiyah di sisi balok yg masih kosong. Shaffa pun beranjak..tapi tidak lama ia kembali dengan kuas yg masih kotor.

Shaffa: “umi..nanti ikannya mati..”

Saya: “oh bukannya tadi ikannya dikeluarkan sama ayah”

Shaffa: “kan sudah dimasukkan lagi ke kolam”

Saya: “oh gitu..maaf shaffa umi ngga tau. Iya, kasihan ikannya nanti mati..jangan cuci kuas di situ”.

Masih malas beranjak..saya izinkan shaffa tidak mencuci kuas. Karena sisa cat terakhir, jadinya campur campur warna.. pink+biru= ungu😀

Jujur ketika itu saya takjub. Saya tidak pernah mengajarkan Shaffa kalau ikan kena cat maka akan mati (cat berbahaya utk kehidupan ikan di kolam), dan saya pun tidak pernah mengajaknya (secara verbal/perintah) untuk menjaga ikan agar tidak mati. Kami hanya mencontohkan kebiasaan merawat, memberi makan ikan. Mungkin hal ini yang menumbuhkan kecintaan dan kasih sayang.

Nyatanya fitrah-fitrah kebaikan, termasuk menyayangi sesama dan menjaga alam sudah terinstal dalam diri setiap anak. Lingkungannya lah yang akan menentukan, fitrah kebaikan itu akan tumbuh subur atau redup dan mati karena tidak ditumbuhkan dan dibangkitkan. Contohnya seperti sekarang. Saya sering melewati daerah pabrik tekstil..sungai hitam dan bau karena pembuangan limbah. Masih banyak lagi contoh senada. Kemana fitrah kasih sayang itu?. Hal ini lah yang perlu ditanamkan pada pendidikan sekarang, tiba2 ingat materi greenadulthood Ust.Adriano Rusfi. Bisa diterapkan dengan merawat binatang dan tumbuhan..

Alhamdulillah, ilmu dari komunitas HEbAT (Home Education berbasis Akhlak dan Potensi) menyadarkan saya akan pentingnya pendidikan berbasis fitrah. Tidak ada kurikulum yang rumit, intinya perkaya aktivitas. Saya tidak dengan sengaja merencanakan pembelajaran/aktivitas anak dengan tema: membangkitkan fitrah kasih sayang. Namun dari satu aktivitas kita bisa menggali berbagai fitrah anak..bahkan menemukan hal lain yg belum kita tau. Terkahir yang penting adalah berusaha untuk membersamai aktivitas-aktivitasnya. Seperti yang dibagi oleh Bunda Wiwik..bermain itu yang penting adalah bonding kita dengan anak, bukan kerennya mainan atau konsep permainan. Yup betul sekali..termasuk celoteh Shaffa yang membuat saya takjub ini, mungkin juga tidak saya dapatkan jika kami tidak bermain bersama.

PhotoGrid_1463549672159

Step to be a Professional Mother


Alhamdulillah, bisa bergabung dalam kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional. Alloh memberi saya rezeki ini, disaat sudah pamit di grup Fasil IIP Bandung..saya fikir saya tidak akan mendapat jatah ini. Inilah yang saya perlukan, tantangan di luar sangat menguji. Perlu komunitas yg kuat utk selalu mengingatkan. Alloh Maha Baik, Alloh Maha Baik..

Keluarga adalah fondasi pertama dan utama. Pendidikan anak adalah fondasi utama dan pertama. Mereka adalah stok generasi. Ibu adalah manager utamanya..manager rumah, keluarga, juga anak2. Jika tugas itu adalah tugas yg pertama dan utama..maka keilmuan yg menyangkut tentangnya juga menjadi utama.

Ringkasan definisi Ibu Professional oleh Ibu Septi

IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang :

a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.

Selepas pemaparan dan diskusi, dilanjutkan dengan nice homework. Karena ilmu tanpa amal akan sia2..jadi setelah dapat ilmu langsung eksekusi. Bismillah..semoga istiqomah.

Tugas 1: Menuliskan indikator profesionalisme perempuan sebagai seorang Individu, Istri dan Ibu

Berikut indikator versi saya. (Bukan sudah bisa seperti demikian, justru ini adalah target dan harapan)

1.sebagai Individu (sebagai khaliq, abid..hamba Alloh)

-Senantiasa meluruskan niat, tazkiyatunnafs,

-menjaga hak Allah dgn menjaga ibadah sunnah. Mengusahakan sholat awal waktu, bersahabat dengan Al Quran, berusaha jadi ahli sedekah, menjaga shaum, merencanakan Haji

-memperhatikan keilmuan: membaca buku, hadir forum ilmu, diskusi, berbagi ilmu (menulis, berbagi)

-menjaga kewarasan diri dan menjaga waktu: tegas pada keinginan, muhasabah diri, membuat jadwal harian, target bulanan dan program jangka panjang

-menjaga kesehatan dan kebersihan diri: Makan seimbang, olahraga, jam tidur, tersenyum

-menemukan passion dan dapat berkarya di ranah itu

-menjadi pribadi yg mendamaikan dan bermanfaat utk sekitar..menjalankan misi khalifah fil ardh

 

2. Sebagai Istri

-Menjaga kebersihan dan penampilan sehingga sejuk dan nyaman dipandang

-Memahami dan memenuhi kebutuhan suami

-Membuat rumah tempat yang nyaman dan dirindukan

-Menjaga kehormatan dan harta suami

-Membuat perencanaan keuangan dan mengatur keuangan

-Menjadi partner sejati

3. Sebagai Ibu

-Mempelajari ilmu seputar pendidikan dan perkembangan anak dan seputarnya

-Memunuhi kebutuhannya, merawat dan menjaganya

-Menjalin bonding. Mendengarkan, bercerita, bermain bersama

-Menuliskan perkembangan dan milestone

-Memberikan stimulus sesuai tahap usia

-Membangkitkan fitrahnya (inside out), terutama:

  • fitrah keimanan
  • fitrah belajar
  • fitrah bakat

 

Solusi sampah dalam Al-Qur’an


Sudah tidak dielakkan lagi, permasalahan lingkungan kian menggunung. Hal yang paling disoroti karena memang menyorot adalah masalah sampah. Kini banyak komunitas peduli lingkungan bermunculan dan membuat program bank sampah sebagai solusi permasalahan sampah.

Sebanyak 70% sampah yang dihasilkan adalah sampah organik. Saat kita sudah bisa meyelesaikan permasalahan sampah organik maka kita sudah menyelesaikan sebagian besar persoalan sampah. Selebihnya, sampah anorganik banyak diselesaikan oleh bank sampah baik itu dijual atau dibuat kerajinan.

Dalam tulisan ni saya ingin berbagi bagaimana kami mengolah sampah dari rumah, dan Alloh menunjukkan kepada kami satu ayat yg sangat membukakan. Solusinya adalah, semua yang berasal dari tanah kembalikan ke tanah. Ini yang akan memberi ‘kehidupan’ baru bagi sang tanah.

Sejak berumahtangga, saya mulai berfikir bagaimana untuk bisa mengelola sampah sendiri di rumah. Rumah dan keluarga adalah tempat awal perbaikan..Maka saat saya selalu berkeluh kesah dan meratapi tentang permasalahn lingkungan yang kian parah, saya bertanya kepada diri saya. Apa yang bisa saya lakukan untuk menjadi bagian dari solusi?. Saya adalah seorang ibu, saya manajer utama di rumah dan keluarga. Maka saya akan berusaha sebisa mungkin untuk menjadi solusi, dengan cara tidak menimbulkan masalah baru bagi lingkungan. Bermula dari sampah rumah.

Ketika hamil anak pertama saya mengajar sains di sebuah SMP Islam di kota Bandung. Di sekolah tersebut terbilang concern terhadap pendidikan lingkungan. Saya perhatikan para siswa praktek keranjang takakura, pengolahan sampah organik di dalam keranjang. Dari sana saya berdiskusi dengan guru PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup) dan mendapatkan manual pengolahan sampah dapur serta prinsip mengkompos. Saya jadikan bekalan utama untuk praktek di rumah.

Sesudah melahirkan anak pertama, kami memulai program pengolahan sampah di rumah. Dengan kondisi punya bayi, saya kewalahan mengurusi sampah dapur dalam keranjang takakura. Keranjang cepat penuh karena saya jarang mencacah sampah dapur sebelum dimasukkan ke dalam keranjang berisi tanah itu. Suami membantu mencarikan solusi. Kami ubah kolam ikan di depan rumah menjadi kolam kompos. Kolam dipenuhi dengan tanah, lalu isi keranjang ditumpahkan. Membuang sampah dapur jadi lebih leluasa. Tinggal buang ke kolam kompos, kemudian aduk atau timbun dengan tanah. Sesekali ditambahkan air gula untuk mempercepat pembusukan.

Bau? Tidak ada bau atau gangguan yang berarti. Saat ada bau dan lalat, pertanda sampah tidak sempurna terkubur oleh tanah. Jika ada jeruk atau kulit jeruk, saya cipratkan untuk mengusir lalat. Aroma citrus tidak disukai lalat. Sampah daun kering juga membantu mengurangi bau. Gas bau terhambat oleh daun kering jadi tidak tercium keluar. Ini yang dijadikan prinsip penutup keranjang takakura. Bantalan sekam atau daun kering, untuk mencegah bau.

Alloh menunjukkan kuasanya. Takjub, saat melihat bayi-bayi pohon bermunculan. Biji yang dibuang, tak lama tumbuh. Pepaya, tomat, jeruk, mangga, rambutan, banyak lagi.. bahkan salak dan kurma pun tumbuh. Beberapa bibit pohon yang mulai kuat bisa dipindahkan dan ditumbuhkan di pot. Kebanyakan tertimbun lagi oleh sampah baru dan tanah. Dari sana kami jadi punya aktivitas berkebun, meski pengetahuan bercocok tanam masih minim. Kami tidak memiliki lahan tidur untuk bercocok tanam, jadi selalu memakai pot atau polybag.

 

IMG00212-20130212-0952
Tumbuh bibit-bibit pohon dari sampah yang dibuang

IMG_20160420_082142

Bak kompos

3 tahun berselang..seperti itu pengolahan sampah dapur kami. Sesekali tanah ditambah dengan yang baru karena sudah semakin gembur, banyak sekali cacing..seperti over nutrisi karena terlalu banyak unsur organik (sampah). Ibu saya sering mengambil tanah kompos di kolam tersebut, karena terlihat subur untuk menanam. Anak saya jadi belajar, memegang tanah, menyentuh cacing, berkebun. Alhamdulillah. Ramadhan tahun 2015 kami merenovasi sedikit kamar mandi, bak mandi dicopot. Mumpung ada tukang, saya ingin memfungsikan kembali kolam seperti sediakala. Bak mandi bekas dijadikan bak kompos. Kini tidak terlihat tumbuh satu demi satu bibit pohon, karena lahan semakin sempit (kolam jadi bak). Alhamdulillah, sampai saat ini proses itu masih berlangsung.

IMG_20160421_163912

Panen kompos dari bak kompos. Tanah gembur, kaya cacing dan kascing

IMG_20160421_164616

Media tanam: tanah, tanah kompos, pupuk kandang

IMG_20160421_164645
Menanam bibit stawberi

 

Rimbun, berbuah.. Media pembelajaran menyenangkan untuk anak anak

Maka, saat Allah menunjukkan ayat ini saya begitu takjub dan gemetar. Fakta alam telah tertulis dalam Al Qur’an. Dari sampah jadi mahluk hidup. Dari mahluk hidup menjadi sampah. Maka semua yang dari tanah, kembali ke tanah..

” Sesungguhnya Alloh menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah (kekuasaan) Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? “(QS. Al-An’am ayat 95)